Jumat, 27 Mei 2011

Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian

Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki pikiran yang sangat cerdas. Setiap perbuatan pastilah didasari atas pemikiran – pemikiran yang rasional. Kalau kita melakukan ini atau itu pasti akan ada pertanggung jawabannya. Entah positif atau negatif, tergantung dari perbuatan kita, antara postif atau negatif juga.
Dalam hal ini, banyak hal yang harus dipertanggung jawabkan dan diabdikan, bisa terhadap Tuhan, orang tua, teman atau kerabat serta negara. Karena tanggung jawab adalah hal yang wajib untuk dikerjakan buat manusia.
Tanggung jawab terhadap Tuhan sangat berat, karena di dunia ini hal yang paling mudah adalah meninggal kan kewajiban terhadap tuhannya, dan yang paling dekat adalah kematian. Tetapi mungkin Tuhan masih sangat lah sayang terhadap kita semua, karena masih bisa melakukan hal-hal yang baik lebih banyak lagi, agar kita semua masuk Surga.
Tanggung jawab terhadap orang tua pun sama beratnya dengan Tuhan, karena ridho nya orang tua adalah ridho nya Tuhan juga. Termasuk ibu, karena ibu adalah orang yang paling berjasa atas hidup kita di dunia ini. Oleh karena itu, kita sebagai anak, harus mengabdi kepada orang tua kita. Jika kita hidup sukses di dunia ini, marilah kita berbagi dengannya.
Pentingnya rasa tanggung jawab karena kita adalah makhluk dengan rasa solidaritas tinggi, jangan biarkan kita menjadi orang yang individualis. Jika kerabat kita baik terhadap kita, maka balas lah kebaikan itu, niscaya kita pun akan mendapat kebaikan juga.

Manusia dan Pandangan Hidup

Mau dibawa kemana kah diri kita jika kita tidak memiliki arah atau tujuan di dunia ini ? Tak ada di dunia ini orang yang bercita-cita ingin menjadi orang yang tak berwawasan, atau orang yang tidak memiliki intelektual. Jaman sekarang makin kedepan makin sulit, kehidupan ekonomi pun semakin mahal. Tak ayal banyak orang yang menjadi gila karena kesulitan menjalani hidup di dunia ini.
Pandangan hidup adalah modal awal yang sangat mahal, karena dengan memiliki pandangan hidup berarti kita memiliki arah dan tujuan yang positif untuk menjalani hidup ini. Harus lah kita memiliki sifat jangan lah cepat menyerah. Kita tak boleh kalah sebelum berperang. Karena kita tak akan menjadi orang yang sukses tanpa kesalahan-kesalahan.
Jika kita terpuruk akan kegagalan, tak harus berlarut terus dalam kejatuhan. Itu lah guna dari pandangan hidup, sebagai penyemangat dalam hidup ini. Saat kita jatuh karena kesalahan – kesalahan, tapi kita yakin akan kemampuan kita.
Tetapi tetap tidak melupakan peran penting dari Tuhan yang Maha Esa, jika usaha terus menerus tanpa berdoa, akan kah Tuhan mengabulkan doa kita ? Jelas tidak. Tuhan adalah peran penting dari segala usaha dan jerih payah kita selama hidup ini. Agama juga adalah pandangan hidup kita, contohnya, sebagai muslim/muslimah Al-Quran adalah pedoman hidup di dunia ini.
Sangat lah penting memiliki sebuah pandangan hidup di dunia ini. Karena jaman semakin modern, jangan biarkan kita termakan dan jatuh kedalam kebodohan. Karena bisa jadi kita menjadi gila karena dunia yang kejam ini, tetapi kita yakin kan dalam diri kita, bahwa kita akan terus berjuang sesulit apapun dan tetap berpegang teguh dengan keyakinan masing – masing.

Manusia dan Keadilan

       Keadilan merupakan sesuatu hal yang wajib diperoleh oleh setiap orang dalam kehidupan kewarganegaraan. Setiap negara pastilah akan menjamin keadilan setiap warga negaranya, oleh karena itu di Indonesia, pada Pancasila tepatnya sila ke-5 yang berbunyi, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Negara lain pun juga pastilah sama dengan negara Indonesia, akan menjamin keadilan bangsanya.
v Mengapa keadilan sangat diidamkan oleh setiap warga negara?
        Jelas di Indonesia sangat mengidamkan keadilan, apalagi bagi khalayak orang – orang miskin di Indonesia. Mereka seperti tidak ada harganya lagi. Jika kita melihat hal – hal yang terjadi di Indonesia, saya yakin seluruh masyarakat Indonesia setuju dengan ini, yaitu keadilan di Indonesia harus dipertanyakan.
v Mengapa demikian ?
        Kita tengok saja trending topic di Indonesia belakangan ini, adalah kasus yang sangat heboh dibicarakan, Gayus Tambunan. Sangat mudahnya ia pergi kesana kemari, keluar masuk negara Indonesia ini. Dari sebuah ilustrasi dimana Gayus dengan mudah keluar dari sel dengan menyogok para oknum – oknum sel tersebut. Entah bagaimana cara dia berhasil keluar. Tapi disini saya bukan membahas hukum di Indonesia, melainkan betapa keadilan di Negeri ini sangat di pertanyakan.
v Apa yang dipermasalahkan ?
        Permasalahannya adalah keadilan di Indonesia apakan dapat di percaya ? Bagaimana perasaan anda jika Anda melakukan pencurian ayam atau mencuri buah – buahan lalu dipenjara sekian tahun, tetapi dengan seorang seperti Gayus melakukan hal yang hebat tersebut juga dipenjara sekian tahun ? Apakah menurut anda adil yang seperti itu ? saya yakin tidak.
        Keadilan di Indonesia sangat mencengangkan, seperti keadilan atau hukuman dapat diperjual-belikan. Nasib bangsa kita sangat menderita dengan keadilan seperti ini, jika memang adanya keadilan maka tegakkan lah seperti menegakkan sang Merah Putih.
        Jadi, dapat diambil kesimpulan, manusia memang harus saling mengerti untuk terciptanya keadilan, jika diantara kita tidak mau mengalah dan hanya memikirkan kepentingan sendiri, yang ada hanya akan terjadi baku hantam antara suatu individu dengan individu yang lainnya.

Manusia dan Penderitaan


       Memang hidup ini penuh dengan pengorbanan dan penderitaan. Hidup memang sangat keras apabila kita tidak dapat memenej diri kita sendiri. Penderitaan dapat dirasakan setiap manusia. Mendengar kata itu pun rasanya ingin menghapusnya dari takdir kehidupan kita. Setiap manusia tidak ada yang ingin hidup menderita. Manusia akan hidup menderita jika tidak memaksimalkan keadaan yang kita miliki.
        Hidup miskin bisa dikatakan penderitaan yang banyak ditemukan di Indonesia dikarenakan banyak dari saudara – saudara kita di Indonesia tidak bisa memanfaatkan apa yang mereka miliki , dan hanya memikirkan hal – hal kesengan. Ada pepatah berkata “Berakit – rakit kita ke hulu berenang – renang ketepian, bersakit – sakit dahulu bersenang – senang kemudian”, nah hal itulah yang tidak mereka inginkan yaitu bersakit – sakit.
        Tuhan pun tidak ingin kita selalu sakit akan usaha kita, Tuhan akan selalu sayang sama umatnya, dengan catatan apabila umatnya senantiasa berusaha dan berdoa. Jika berusaha sekuat tenaga dan berdoa selalu, senantiasa Tuhan akan mengabulkannya, karena hidup di dunia ini tidak ada yang percuma apabila dilakukan dengan keyakinan yang ada pada diri kita. Sebaliknya kita akan menderita bila kita tidak mampu memanfaatkan keadaan yang kita miliki.
        Penderitaan sekarang ini memang kemiskinan, banyak kita temukan sekarang saudara – saudara kita di Indonesia menjadi stress akibat mahalnya kebutuhan sehari – hari. Mereka mungkin merasa menyesal karena tidak bisa memanfaatkan keadaan yang dulu mereka punya. Banyak orang kaya di Indonesia, dan tidak sedikit dari orang – orang itu malas bersekolah. Hal inilah yang lantas menjadikan mereka menderita suatu saat. Dan hal tersebut harus lah dihindari.
        Oleh karena itu, buanglah sifat malas dan sifat tidak ingin berusaha, karena hal tersebut dapat menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri suatu saat kelak. Percayalah bahwa kita mampu untuk menjadi pribadi yang sukses karena Tuhan kita ada di sisi kita untuk menjauhi segala hal yang menyiksa.

Manusia dan Kasih Sayang

              Rasa sayang adalah rasa yang paling mendasar dari setiap manusia. Setiap orang berhak saling sayang – menyayangi agar tercipta suatu kehidupan yang harmonis dan saling pengertian satu sama lain. Sejak kecil pastilah kita dapat kasih dan sayang itu, orang tua adalah salah satunya yang paling berperan menumbuhkan rasa itu. Sejatinya manusia diciptakan untuk saling memenuhi antarsesama manusia, agar nantinya memiliki jiwa yang peka terhadap lingkungan sekitar. Sejauh ini banyak keluarga yang memandang bahwa uang adalah hal terpenting dalam kehidupan, itu adalah salah, karena sesungguhnya rasa kasih sayanglah yang akan merubah setiap sikap individu.
          Bagi orang tua, hal yang paling utama dihindari adalah kurangnya rasa kasih sayang terhadap anak. Ini akan menjadikan pribadi anak menjadi pribadi yang kurang peduli dengan sesama manusia. Tentunya hal ini yang harus dihindari, dimana seharusnya setiap manusia mampu saling membantu, baik materi maupun nonmateri sesuai kebutuhan. Banyak remaja – remaja masa kini yang tidak betah dirumah, dikarenakan tidak adanya rasa antara orang tua dan anak.
          Rasa kasih sayang pun menjadi sesuatu yang lumrah didapat bagi setiap manusia karena sifat dasar manusia itu sendiri. Rasa kasih sayang dapat mengubah individu menjadi lebih baik, baik terhadap sahabat atau orang yang dicintai. Saling mencintai adalah sesuatu hal yang sangat indah, karena mungkin ada sebagian orang yang kurang beruntung karena tidak mendapatkan cinta atau kasih sayang, baik dari orang tua, kekasih, atau sahabat.
          Namun, kasih sayang terhadap orang yang kita cintai justru menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan. Karena banyak anak – anak yang tidak berdosa lahir di luar keiinginan orang tuanya. Ini dikarenakan rasa cinta, kasih, dan sayang yang disalahgunakan oleh manusia jaman sekarang. Hanya memikirkan kepuasan dan nafsu mereka, tidak berfikir secara logis.
          Oleh karena hal – hal yang tidak diinginkan tersebut, ada baiknya, kita mengingat yang Maha Kuasa, agar rasa sayang antarsesama manusia dapat terjalin dengan baik dan tidak menyimpang ke hal – hal yang tidak diinginkan. Karena rasa kasing sayang sesama manusia dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.

Jumat, 14 Januari 2011

IPTK


                Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan memang sekilas ketiga kata tersebut tidak memiliki kesamaan arti, tetapi jika terus menerus dipikirkan, maka akan terlintas di otak kita, ada makna tersirat didalamnya. Jika ilmu pengetahuan tidak dimiliki suatu individu, maka individu tersebut tidak mengetahui apa itu teknologi, dan individu tersebut tidak memiliki keahlian khusus dan tidak ada bekal ilmu, maka kemiskinan akan menyertai kehidupannya.
               
                Menurut Aristoteles, ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang dapat diinderai dan merangsang budi pekerti. Pengetahuan pun banyak macamnya, saking banyaknya pengetahuan menjadi tidak pasti atau meragukan. Sumber pengetahuan didapat dari ide, pengalaman, eksperimen, belajar, kenyataan dan sebagainya, maka dari itu menjadi sesuatu yang tidak pasti. Dalam belajar atau memahami suatu pengetahuan, diperlukan sikap ilmiah. Sikap tersebut sbb.
1.       Tidak ada perasaan bersifat pamrih sehingga mencapai ilmu pengetahuan yang objektif.
2.       Merasa pasti bahwa setiap pendapat atau teori terdahulu telah mencapai kepastian.
3.       Pecaya terhadap kenyataan tidak dapat diubah walaupun menggunakan alat indera.
4.       Selektif, maksudnya pemilihan antara problema yang dihadapi sehingga didukung oleh gejala dan fakta.

                Seiring berjalannya waktu, teknologi pun terus berkembang, sesuai dari pengetahuan sumber daya manusianya. Sebab, manusia sering merasa bosan dengan teknologi yang itu – itu saja, jadi mereka akan membuat teknologi yang lebih bagus karena hakekatnya, teknologi adalah sesuatu yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Sulit rasanya kita dipisahkan oleh teknologi, tiap waktu kita hidup berdampingan dengan teknologi.
               
                Kemiskinan kini menjadi sesuatu hal yang banyak diperbincangkan. Kalau kita lihat, kemiskinan terjadi akibat tidak terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan pokok individu. Ilmu pengetahuan seakan sangat diperlukan kaum miskin karena tidak dapatnya mereka memanfaatkan sumber daya ini. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, ada 3 faktor yaitu.
1.       Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan.
2.       Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
3.       Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi.

                Bagaimana pun juga, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sangat penting bagi umat manusia, dalam agama pun diajarkan untuk menuntut ilmu setinggi – tingginya. Buat apa akhlak kita kepada tuhan  sangat besar sedangkan kita tidak memiliki kemampuan atau pengetahuan. Oleh karena itu, sangat lah penting menuntut ilmu agar kita tidak miskin teknologi.

Pertentangan Sosial & Integrasi Masyarakat

                Semua manusia pastilah mendambakan hidup damai, tenteram dan sejahtera. Hidup yang dinamis seakan menjadi suatu kebutuhan yang lumrah pada jaman sekarang. Memang sangat jauh berbeda di era 2000-an dengan era 1970an di Indonesia, dimana masyarakatnya masih sedikit tetapi rasa sosialisasinya sangat tinggi. Kalau kini, kita hanya bisa merasakan rasa tali persaudaraan erat di desa, diluar dari kehidupan modern. Dalam kehidupan bermasyarakat, ada sebuah norma – norma atau nilai – nilai yang dibuat dan disetujui oleh masing – masing anggotanya. Norma atau nilai tersebut dijadikan sebuah patokan sekaligus pengontrol tingkah laku dari anggota masyarakatnya.
                Dalam bermasyarakat, dapat terlihat kesamaan atau perbedaan – perbedaan, bahkan terkadang ada sebuah pertentangan didalamnya. Berbeda kepentingan sebenarnya sifat alamiah manusia, dan dari hal yang seperti ini dapat terjadi sebuah perpecahan antar-masyarakat yang kadang tidak terkendali. Pertentangan sosial kerap kali terjadi di kehidupan modern. Pertentangan sosial diartikan sebagai konflik yang terjadi di sebuah masyarakat sehingga timbul perpecahan.
                Akibatnya, timbul prasangka akibat perbedaan tersebut. Prasangka ada dua macam, prasangka baik dan prasangka buruk atau positive thinking dan negative thinking. Tetapi, prasangka adalah suatu kecenderungan yang tidak nampak, sebagai tindak lanjutnya di ambil suatu tindakan, lalu akan dapat diketahui apakah baik atau buruk.
                Kemudian, adapun diskriminasi yang menunjuk kesebuah tindakan. Diskriminasi merupakan tindakan yang realistis, sedangkan prasangka hanya dapat diketahui oleh individu tersebut. Timbulnya prasangka dan diskriminasi hampir 50% dari faktor kepribadian atau diri sendiri dan 50% lagi antara latar belakang, perkembangan sosial dan situasi, dan keyakinan atau agama.
                Di sini, peran integrasi sosial sangat membantu jika terjadi pertentangan sosial karena sifatnya yang mengendalikan dan menyatukan masyarakat. Integrasi sosial diperlukan agar suatu masyarakat tidak saling terpecah walaupun terjadi suatu masalah. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat setuju dengan norma, nilai, dan pranata sosial lainnya.
                Kalau dari pandangan saya, harusnya kita sudah mulai dewasa satu sama lain antar individu. Karena kita hidup di satu negara di bumi pertiwi ini. Buat apa semboyan bhinneka tunggal ika ? kalau kita tidak saling bersifat dewasa. Memang jika ditelusuri lebih dalam, manusia memang makhluk yang egoisnya tinggi, tetapi kita diciptakan untuk saling membantu karena setiap individu memiliki kekurangan.